Part 15 KanSha (END)
novel.goshere.xyz Situs Berbagi Cerita, Baca novel online gratis beragam cerita. Temukan aneka novel romance, novel horor, dan novel adult romance. Saat ini novel.goshere.xyz Situs Berbagi Cerita Part 15 KanSha (END)
"Sha , lo di mana sih ? Lo selalu bikin gue khawatir ." - Arkan .
TYPO BERTEBARAN !
Sekarang Arkan sedang mencari Asha di beda tempat dengan teman - temannya . Karena Reyhan menyuruh mereka untuk berpencar .
Saat sedang di jalan mencari Asha , Arkan teringat sesuatu . Arkan pun segera pulang .
Sesampainya di rumah , Arkan langsung pergi ke kamar Sisil , Adik kecilnya .
Tok ... tok ...
"MASUK AJA GAK DI KUNCI KOK ." Teriak Sisil dari dalam kamar . Arkan pun membuka kamar Sisil . Arkan mendapat raut muka tidak suka dari wajah Sisil .
"Sil ." Panggil Arkan .
"Hm ." Jawab Sisil .
"Gue mau nanya ." Ucap Arkan . Sisil pun menanggkat satu alisnya .
"Waktu di pesta ulang tahun lo , yang sebenernya yang salah siapa ? Asha ? Atau Dinda ? ." Tanya Arkan .
"Pikir aja sendiri ." Ketus Sisil .
"Sumpah Sil , semenjak itu gue jadi merasa bersalah banget sama Asha . Gak seharusnya gue nampar Asha . Lo bener , gue terlalu gegabah buat nyimpulin sesuatu . Gue sakit ngeliat dia bercanda tawa sama Gilang . Gue ... gue bener bener .... pengen tau siapa yang salah ." Ucap Arkan dengan nada frustasi . Sisil pun gak tega langsung menceritakan yang sebenernya .
Malam itu , Asha dan Sisil sedang berbincang bersama . Tiba - tiba Dinda datang dan sengaja menjatuhkan minumannya sehingga mengenai pakaian Asha .
"Ups , sorry . Gue gak liat . Soalnya yang gue liat cuma parasit ." Ucap Dinda . Asha menghela nafas pelan .
"Berarti lo yang buta ." Jawab Sisil bar - bar .
"Wah , lo berani ya sama gue ." Ucap Dinda .
"Ya berani lah . Lo siapa ? Tuhan ? Lo tetep manusia . Tetep ciptaan tuhan . Lo makan nasi ? Gue juga makan nasi ." Ucap Asha karena muak dengan sikap Dinda .
"Iya sih gue manusia . Tapi lo itu parasit . Lo gak tau gue siapa . GUE DINDA MEGAN . PEMILIK PERUSAHAAN TERBESAR SE - JAKARTA . GUE BISA BIKIN LO JATUH MISKIN ." Ucap nya yang membuat beberapa orang menjadi tertarik dengan keributan selanjutnya .
"Terus ? Mau gue miskin kek , mau gur kayak kek , asal gue gak nyusahin lo . Buat apa gue takut ? Hm ? ." Jawab Asha . Dinda yang kesal pun mencoba mendorong Asha ke dalam kolam berenang , akan tetapi tenaga Asha lebih kuat dari pada Dinda yang membuat malah Dinda yang jatuh ke dalam kolam .
BYUR ! "Puas lo ? Puas udah nampar Asha ? Lo gak tau yang sebenernya ! Jadi lo mending diem aja deh ." Jawab Sisil kesal .
"G..gue g..ak percaya ." Ucap Arkan yang masih tidak menpercayai ucapan Sisil .
"Terserah lo aja . Gue udah ngasih tau lo . Mending sekarang lo pergi dari kamar gue , pergi dari rumah , dan jangan balik kalo lo belum nemuin Asha ." Ucap Sisil . Dengan lemas pun Arkan keluar dari kamar Sisil .
Arkan pun langsung pergi mencari Asha . Arkan mencari ke semua tempat yang ada di Jakarta , tetapi hasilnya nihil . Arkan tidak menemukan Asha .
"Sha , lo di mana sih ? Lo selalu bikin gue khawatir ." Ucap Arkan .
Arkan pun mampir di sebuah tempat makan kecil untuk memberi asupan pada perutnya yang lapar .
Tak jauh dari tempat duduk Arkan , Arkan tidak sengaja mendengar pembicaraan seseorang laki - laki bertubuh besar dengan tubuhnya di penuhi oleh tato .
"Dimana sekarang dia ? Bawa dia sekarang ke hadapan saya ." Ucap seseorang pada telfon . Arkan semakin tertarik dengan pembicaraannya . Karena jika itu penculikan , setidaknya Arkan bisa menolong .
"Iya bos , saya segera ke sana . Orangnya aman kok bos ." Ucap laki - laki bertubuh besar dan bertato . Tak lama laki - laki itu mematikan telfonnya dan memutuskan untuk pergi . Arkan yang penasaran pun ikut pergi untuk mengikutinya .
Arkan langsung menyalakan mesin motornya . Dan mengikuti mobil laki - laki itu .
1 jam dalam perjalanan , akhirnya mobil laki - laki itu berhenti di sebuah gedung tua yang sangat jauh dari kota .
Lalu Arkan berhenti jauh dari gedung itu , untuk melihat siapa yang di bawa oleh laki - laki itu .
Laki - laki itu keluar dengan membawa seorang gadis cantik . Arkan pun menjamkan tatapannya untuk melihat siapa yang di bawa oleh laki - laki itu .
Dan .....
Itu .....
Adalah .......
"ASHA ?!." Kaget Arkan ketika melihat muka gadis cantik itu .
Yup , gadis cantik itu adalah Asha . "Ok , sekarang lo harus menyelesaikan ini dengan hati yang tenang . Lo gak boleh gegabah lagi kayak kemarin lagi ." Batin Arkan .
Dengan mengendap - ngendap , Arkan pun berhasil masuk ke dalam gedung itu .
Arkan mendengar suara dari dalam sebuah ruangan . Arkan pun menempel kan telinganya untuk mendengar apa yang mereka bicarakan .
"Bagus , ini bayaran lo . Sekarang lo boleh pergi dari ruangan ini , dan jangan lupa untuk menjaga tempat ini . Ini orang gue yang urus ." Ucap seseorang yang suaranya sangat familiar di telinga Arkan .
Saat Arkan mendengar suara orang berjalan , Arkan pun segera bersembunyi di lemari tua yang ada di sana .
Dan laki - laki itu pun keluar . Karena panik , Arkan tak sengaja menyenggol lemari itu yang membuat laki - laki itu menoleh .
"Aduh gawat ." Batin Arkan .
Dengan perlahan , laki - laki itu berjalan mendekat ke arah Arkan .
Deg . Deg . Deg .
Detak jantung Arkan semakin memburu . Sebelum laki - laki itu membuka pintu lemari , Arkan sudah berpindah posisi pada sisi satu lagi .
"Ha...ha..HANTU ." Laki - laki itu pergi terbirit birit .
Arkan mengerutkan keningnya bingung . "Badan aja gede , tapi takut sama hantu . Cupu lo nyet ." Batin Arkan tertawa .
Arkan sekarang sudah ada di depan pintu ruangan itu . Terlihat sedikit celah di anatar pintu itu , Arkan pun mengintip .
Dan ....
Orang yang menyekap Asha ....
Adalah ....
"DINDA ?!." Batin Arkan keget .
Hola hola .... giman sama part ini ? Semoga suka ya . Jangan lupa klik vote nya . 😊